Di kala keheningan dingin malam yang menusuk, sekujur tubuh seakan menggeletar menahan sejuk.
"Sedap juga kalau makan biskut dengan air teh panas.. Celup dan makan.. kan senang tu..nikmat juga ya.. "
Air teh yang baru dibancuh, tidak terlalu panas, tidak pula terlalu sejuk, tak pula terlalu manis, tak juga terlalu pekat, terang saja warnanya, kata orang kampung, air teh terang bulan.. tapi sedap.. elok-elok saja rasanya… dicicah pula dgn biskut lemak a.k.a biskut mayat?? (Bagus juga rabitah kematian.. mati itu juga mematikan segala tuntutan nafsu.. tiada lagi rasa manisnya teh terang bulan yang suam-suam tu yang menjadi santapan waktu di dunia dulu..)
Apa sebenarnya yang berlegar di benak??
Cinta seperti air teh dan biskut??
Tapi, cintaku seperti itu.. nikmatnya cinta itu manis, enak, sedap.. yang sesekali teringat apabila kerinduan yang datang menerjah..
…"Aku yang memandang dengan mata hati..mencari-cari Zat yang katanya tersembunyi.."(lirik dari lagu Alhamdulillah-Yaasin feat Too Phat)
Hakikat sebuah cinta bukan terletak pada makhluk, bukan juga pada kekasih manusia, bukan juga pada air teh dan biskut mayat.. Tapi cinta hakiki terletak pada cinta hamba dan Khalik.. Tapi, berapa ramai yang mengerti?? Bagaimana sebenarnya cinta yang sedemikian sehinggakan aku menjadikan ibarat enaknya cinta itu seperti air teh dan biskut??
Waktu lidah menikmati air teh dan biskut, apa yang dirasa di hati.. subhanallah, nikmatnya… Ada tak ingatan itu pada selain air teh dan biskut itu? Atau sedang teringat pada assignment yang berlambak-lambak, atau teringat pada masalah dunia yang sedang dilanda gegaran genderang perang yang sedang meletus?? ke mana jiwa kita ketika sedang menghirup air teh dan biskut yang semakin dijamah lidah itu? Pada nikmatnya air teh dan biskut lah…Selainnya, dilupakan sebentar..
Begitulah agaknya ehwalnya para pencinta Tuhan itu… takkan melupakan Dia saat ‘bersama’, ‘bermesra’ dengan rahmat kasihNya yang melimpah ruah…Selain dariNya, mereka lupa.. kemanisan, kenikmatan dan tulusnya cinta terasa menyerap di sekujur tubuh, lalu mengubati segala luka, malah parut lama di hati seakan hilang hanya kerana aliran air cinta kudus itu..Kerinduan yang sekian lama mencengkam hati terlerailah di saat itu.. Nikmatnya cinta..
Hati mana yang sedar akan erti cinta ini?? Tanya iman, tanya hati, tanya makrifat..
Jangan cinta terhenti pada nikmatnya meneguk air teh dan suapan biskut… hati, mengertilah…