Hidayatullah faqeer ilallah…

Wa anna ila rabbikal muntaha…(an-Najm, 53:42) Sesungguhnya kepada TuhanMu puncak segala tujuan…

Rabitah Hati..

Lama diri menunggu..

Lama hati merindu..

Mengharap jumpa tak ketemu..

Tidak mengapa jangan sayu..

Andai jasad jauh beribu batu..

Rabitah hati tetap menyatu..

Kubawa cinta ke syurga firdausi..

Kubawa kasih yang bersemi..

Walau musim bersilih ganti..

Hati tetap serupa, tiada yang berubah, setia menanti..

Bukan di sini..

Tapi di Raudhah Jannati..

-Nur, 100909, mtnp

EMOTIONAL recitation by Fahd Al-Kanderi/ Kandari 1428 *NEW*

Jihad kalamullah berterusan…

Terasa lama sungguh perjalanan harus kutelusuri… ranjau yg penuh duri… berdarah sudah kaki qudrat maknawi.. darah yg terus mengalir membasahi bumi.. baru sebentar lukanya kering, tercarik pula luka baru dan akhirnya… darah itu akan berhenti jua.. kerana kehabisan senafas hembusan rohnya…

Dalam diri, aku sering bertanya… bila lagi pederitaan ku ini akan berakhir… aku sendirian dalam keramaian… siapa yg bisa memahami jiwaku… ingin ku mengadu nasibku padanya…. “asyku bassi wa huzni ilallah…”

Janganlah sesekali makhluk bernama manusia akan memahami penderitaan dirimu.. janganlah sesekali kau mengharap belas dari mereka.. nescaya kau akan kecewa… akhirnya… kepada Dia sahaja tempat segala pengaduan… “Sesunguhnya Aku takkan berasa jemu sehingga engkau merasa jemu..”

Wahai hatiku.. bukalah pintumu seluasnya …menerima sakinah dari Tuhanmu..

Jihad kalamullah… teruslah walau luka itu kian berdarah.. kian parah.. bukankah syahid dambaanmu… sesuatu yg bernilai di sisi Tuhannya, pasti hebat ujiannya…

Hanya padaMu…

Dengarkan ini, muslimahku…

Jasmine

Janji dan azamku.
Kanku perbataskan perbuatanku,
Kanku singkatkan perbualanku,
Kanku sukat gerak dan gayaku,
Kanku pelihara kesucian dan maruah diriku,
Tidakkanku terlalu murah senyumanku dengan mana-mana lelaki ajnabi.

Kernaku tahu juaku mengerti.
Wanita solehah itu dipandang dari peribadinya,
Dilihat dari akhlaknya,
Ditinjau dari lemah-lembutnya,
Ditafsirkan dari susunan kata-katanya,
Kegagahan wanita berdiri di atas teguh
imannya,
Dari sini wanita jua diriku diketahui segalanya.

Pandanglah kataku,
Renunglah dengan mata hatimu setulusnya,
Selamilah dasar hatiku berbisiklah pada dirimu,
Ambillah mutiara kata yang baik buat teladan,
Tinggalkan kata-kataku yang menyimpang dari landasan kebenaran.

Seperti katamu yang kusemat dihatiku,
Hati ini milik-Nya,
Cinta ini kerana-Nya,
Hidup ini semestinya untuk-Nya.

Pandangan mata selalu menipu,
Pandangan akal selalu tersalah,
Pandangan nafsu selalu melulu,
dan pandangan hatilah yang hakiki,
Ketika iman sudah menghias hati,
dan kemanisannya mula dikecapi,
Semua ujian tidak akan menggugat diri,
Kesunyian kesedihan dan kekecewaan akan berganti,
dengan keyakinan dan kesyukuran.

Jika tidakku perhati hikmahnya dengan mata hati,
Jika tidakku zuhud dalam pencarian cintaku,
Jika tidakku teguh mengukir senyum buat pengubat kerunsingan,
Jika tidakku seikhlas jiwa semurni sanubari memohon keampunan-Nya,
Jika tidakku titiskan air mata keinsafan,
Jika tidakku renung dan resapkan keyakinanku pada-Nya,
Jika tidakku pasrah dengan ketentuan-Nya,
Mana mungkin ku dambakan kasih-Nya dalam iman?
Bagaimana pula bolehku harap redha dari-Nya?

Pasti HikmahNya…

Andai dapat ku memahami hikmahnya Allah jadikan segala.. pasti tiada lagi gelisah yang melingkar di jiwa hamba.. Kini, sedang kulelah meniti menelusuri jalan yang penuh onak duri.. kehidupan di maahad.. bukanlah semudah yg disangka.. muqoror…imtihan… madah.. segalanya menuntut sabar, jerih pengorbanan tak henti2.. bilakah akan berakhir?? Sehingga nafas terhenti..

Hakikat seorang yang berjuang kerana Allah… hatinya perlu kuat.. biarkan makhluk berlalu pergi, yang dikasihi meninggalkan lari, membiar sepi seketul hati, biarkan…biarkan… Allah kan ada.. Allah kan dekat.. sekali tak pernah berganjak.. tetap setia di samping… kesian hati… tak mengerti lagi???

Sendirian… mengharungi ombak badai ujian melanda… menghempas pantai kehidupan yang saban waktu terus menunggu… Belajar dahulu, diriku.. Abaikan segala kerungsingan dalam benakmu.. Belajar tidak mnegenal usia dan waktu… sampai masa nanti.. kembali jua daku… Soal manusia? Kekasih? Kesayangan?…. Biarkan jauh… sejauhnya..

Kesayanganku, Kerinduanku hanya satu… Allah..

Andai di hati mereka ada aku, tapi di hatiku ada Dia…

Hidayatullah…Hidayah MilikAllah..Selamanya…

Mengertilah hati..

Allah_knows_1

Mengertilah duhai hatiku…

Bahawa cinta itu tak bisa dibahagi-bahagi..

Cinta di hati hanya satu yg sedia menanti..

Bukan satu, dua atau tiga lagi..

Hanya satu, esa dan selamanya sejati..

Masihkah hati tiada dapat mengerti???

Apalah yg digusarkan lagi..

Di hatimu.. yang kau sendiri..

tiada mengerti..

Serahkan segalanya kepada Yang Maha Memahami..

Dia Yang Maha Mengetahui apa yg tersembunyi..

Allah Maha Tahu apa yang berada di lubuk hatimu itu..

Walau tiada terzahirkan, dan tersimpan kemas di hatimu..

Dia Tahu segalanya..

Allah knows everything…

Real Love

10_06_2   

Love the simple word which is easily uttered by everyone, but do we really know the real mean of LOVE’?

If someone said to you that he/she do really love you, do we know how far the love is?

There are two kind of love; the first degree love and the second degree love. The first degree love is the greatest love. The love to the Creator who created us. Love to Allah. Someone who involved in this kind of love is the lucky one. Why? It is because he/she will experience the the true and everlasting love which is come directly from the Almighty and Compassionate Allahu Azza Wajalla. Not everyone will get this special love. They are the chosen one. Although this first degree love is belong to the minority, we still could get the chance towards it. How? By purifying our heart and soul with continuous zikrullah, to make sure that our heart is remembering Allah all the time. Wherever we go, whenever we are, our heart is alive with zikrullah. How beauty it is.

Meanwhile, the second degree love is the the other than God, for example, the love to parents, family, teachers and friends. Sometimes, we forget that this type of love cannot guarantee our happiness all the time. We gonna to face a lot of unwanted feeling, for instance, we need to face the terrible feeling of losing our beloved parents, or even the great feeling of frustration of being left by a special friends called boyfriend or girlfriend. For a some cases, this situation comes worser which eventually end with a suicide or suffer. Just because the problems meet the failure solution and come out of control from our gifted mind.

Some saying has said, "Remembering people is the sickness, but remembering Allah is the cure.." Agree with this quote? For me, sincerely I totally agree with it. Yes, it is really heartache remembering someone especially when we feel missing him/her so much. However, when we return to Allah and drowning ourselve into zikrullah, believe me, our heart will become peace and calm again.

As a conclusion, choose the right love for the sake of your life, in this short-term world and the hereafter. Hopefully, Allah will spreads His bless and His true love upon us.. Ameen..

Asma Allah-Sami Yusuf

Let’s us remember the most beautiful names of Allah..

Hikmah Diam

"DIAM… .."

Manusia berbicara setiap masa. Bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kepada manusia. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati orang lain akan menyebabkan kita terseksa kekal abadi di dalam neraka Allah s.w.t.

Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.

Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.

HIKMAH DIAM

1. Sebagai ibadah tanpa bersuah payah
2. Perhiasan tanpa berhias
3. Kehebatan tanpa kerajaan
4. Benteng tanpa pagar
5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang
6. Istirehat bagi kedua malaikat pencatat amal
7. Menutupi segala aib

Hadis-hadis Rasullullah mengenai kelebihan diam yang bermaksud: "Barangsiapa yang banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yang banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya" (Riwayat Abu Naim)

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam". (Riwayat Bukhari & Muslim)

"Barangsiapa diam makan ia terlepas dari bahaya". (Riwayat At-Tarmizi)

BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA BODOH, BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK, KERANA KECERDIKKAN ITU BUAH FIKIRAN, ORANG CERDIK YANG PENDIAM LEBIH BAIK DARI ORANG BODOH YANG BANYAK CAKAP.

MENASIHATI ORANG YANG BERSALAH, TIDAK SALAH. YANG SALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG LAIN.

KALAU ORANG MENGHINA KITA, BUKAN KITA TERHINA, YANG SEBENARNYA ORANG ITU MENGHINA DIRINYA SENDIRI.

Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan diam. Jalan yang terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat bercakap kearah perkara-perkara yang baik. Bicara yang baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kepada kekuatan iman pada diri manusia.

Dari Abdullah bin ‘Amr R. A, Rasullullah s.a.w. bersabda: "Sampaikan pesanku biarpun satu ayat… "

Diam bukan bermakna sombong!! Jadi kita dinasihatkan hendaknya kita banyak berdiam (berzikir di dalam hati) dan Senyum selalu … kerna senyum itu adalah satu sedekah ..Insya’Allah

Cintaku seperti air teh dan biskut..

Tea_cup_small

Di kala keheningan dingin malam yang menusuk, sekujur tubuh seakan menggeletar menahan sejuk.

"Sedap juga kalau makan biskut dengan air teh panas.. Celup dan makan.. kan senang tu..nikmat juga ya.. "

Air teh yang baru dibancuh, tidak terlalu panas, tidak pula terlalu sejuk, tak pula terlalu manis, tak juga terlalu pekat, terang saja warnanya, kata orang kampung, air teh terang bulan.. tapi sedap.. elok-elok saja rasanya… dicicah pula dgn biskut lemak a.k.a biskut mayat?? (Bagus juga rabitah kematian.. mati itu juga mematikan segala tuntutan nafsu.. tiada lagi rasa manisnya teh terang bulan yang suam-suam tu yang menjadi santapan waktu di dunia dulu..)

Apa sebenarnya yang berlegar di benak??

Cinta seperti air teh dan biskut??

Tapi, cintaku seperti itu.. nikmatnya cinta itu manis, enak, sedap.. yang sesekali teringat apabila kerinduan yang datang menerjah..

…"Aku yang memandang dengan mata hati..mencari-cari Zat yang katanya tersembunyi.."(lirik dari lagu Alhamdulillah-Yaasin feat Too Phat)

Hakikat sebuah cinta bukan terletak pada makhluk, bukan juga pada kekasih manusia, bukan juga pada air teh dan biskut mayat.. Tapi cinta hakiki terletak pada cinta hamba dan Khalik.. Tapi, berapa ramai yang mengerti?? Bagaimana sebenarnya cinta yang sedemikian sehinggakan aku menjadikan ibarat enaknya cinta itu seperti air teh dan biskut?? 

Waktu lidah menikmati air teh dan biskut, apa yang dirasa di hati.. subhanallah, nikmatnya… Ada tak ingatan itu pada selain air teh dan biskut itu? Atau sedang teringat pada assignment yang berlambak-lambak, atau teringat pada masalah dunia yang sedang dilanda gegaran genderang perang yang sedang meletus?? ke mana jiwa kita ketika sedang menghirup air teh dan biskut yang semakin dijamah lidah itu? Pada nikmatnya air teh dan biskut lah…Selainnya, dilupakan sebentar..

Begitulah agaknya ehwalnya para pencinta Tuhan itu… takkan melupakan Dia saat ‘bersama’, ‘bermesra’ dengan rahmat kasihNya yang melimpah ruah…Selain dariNya, mereka lupa.. kemanisan, kenikmatan dan tulusnya cinta terasa menyerap di sekujur tubuh, lalu mengubati segala luka, malah parut lama di hati seakan hilang hanya kerana aliran air cinta kudus itu..Kerinduan yang sekian lama mencengkam hati terlerailah di saat itu.. Nikmatnya cinta..

Hati mana yang sedar akan erti cinta ini?? Tanya iman, tanya hati, tanya makrifat..

Jangan cinta terhenti pada nikmatnya meneguk air teh dan suapan biskut… hati, mengertilah…